nilai-nilai Islam dalam proses belajar mengajar siswa kelas VIII MTS Subulul Ma’arif Krejengan Probolinggo tahun ajaran 2008-2009

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan zaman, pendidikan agama Islam pun mengalami perubahan drastis. Hal ini sungguh mengejutkan jika melihat betapa gencarnya dakwah para ulama Islam melalui berbagai media yang berbanding terbalik ketika memotret kenyataan kehidupan remaja di sekolah. Banyak siswa yang tingkah lakunya tidak mencerminkan nilai-nilai Islam yang telah diajarkan di sekolah. Semakin terpuruknya nilai Islam di kalangan remaja membuat masyarakat khawatir tentang keadaan remaja itu sendiri dan tidak mustahil keadaan Negara ini 10 tahun kedepan akan mengalami kemunduran yang luar biasa.
Gaya hidup hedonis yang ditampilkan di televisi menjadi trend anak muda sekarang menyumbangkan persoalan moralitas ditingkatan remaja. Kebanggan semu yang sebenarnya merupakan design globalisasi untuk menghancurkan pemuda. Banyak remaja terbius dengan gaya hidup metropolitan yang tujuannya juga menjadikan remaja-remaja sebagai objek pasar kaum kapitalis.
Idealnya, lingkungan sekolah adalah lingkungan yang aman untuk perkembangan positif remaja. Di sekolah, ada guru yang bertugas membimbing siswa yang membutuhkan. Selain itu keberadaan teman sebaya (sebagai teman belajar) juga menjadi motivator untuk berkompetisi dalam belajar . Fasilitas-fasilitas juga tersedia untuk mendukung prosesi belajar siswa. Tapi pada kenyataannya justru di sekolah muncul kenakalan remaja. Sekiranya ada yang salah dengan proses pembelajaran, atau jangan-jangan kesalahan itu terletak pada sistem belajar yang diterapkan. Beberapa beranggapan bahwasanya guru agama adalah penyebab dari permasalahan tersebut. Hal ini dikarenakan guru agama tidak berhasil membentuk mentalitas pemuda yang bermoral lewat pelajaran agama.
Usia remaja umumnya mengalami keguncangan jiwa, mencari-cari kebenaran dari perspektif mereka sendiri yaitu kebenaran yang bisa diterima oleh akal sehat. Setelah usia menginjak remaja, pola pikir akan berubah. Mereka akan mencoba berpikir rasional tentang apa saja termasuk agama.
Pada kenyataannya, selama ini pendidikan Islam lebih didominasi oleh sandaran-sandaran teks keagamaan (Islam), baik yang merujuk secara langsung kepada dua sumber utamanya, al-Quran dan As-Sunnah, ataupun mengikuti konsep-konsep bentukan para pemikir pendidikan Islam. Hal inilah yang kemudian menanamkan kesan seolah-olah pendidikan Islam bersifat ekslusif, “tertutup” dari intervensi aspek-aspek eksternal, terlebih jika berasal dari paham atau ajaran non Islam, sehingga membuat pelaksanaan nilai-nilai Islam dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah hanya menghasilkan teks-teks yang biasanya cukup dihafal oleh siswa.
Islam sebagai agama yang universal memberikan pedoman hidup bagi manusia menuju kehidupan yang bahagia, yang pencapaiaannya sangat tergantung pada pendidikan (pelaksanaan nilai-nilai Islam di sekolah). Karenanya, Islam dan pendidikan di sekolah mempunyai hubungan yang sangat erat. Hubungan itu bersifat organis-fungsional; pendidikan difungsikan sebagai alat untuk mencapai tujuan keIslaman, dan Islam menjadi kerangka dasar serta pondasi pengembangan pendidikan Islam. Islam memberikan landasan sistem nilai, yang dari sistem nilai tersebut harus dikembangkan dalam bentuk pemikiran-pemikiran pendidikan Islam yang tentunya bisa menjadi pijakan dalam pelaksanaan niali-nilai Islam di sekolah.
Mengapa harus pendidikan agama? Jawabannya adalah karena keterkaitan yang erat antara agama dengan pembentukan watak dan wawasan seseorang dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Agama dan sikap keberagamaan seseorang dapat dijadikan tolok ukur dan avant grade (pintu gerbang) penilaian bagaimana pandangan pluralitas dapat ditegakkan. Agama yang diajarkan secara eksklusif akan melahirkan sense eklusifitas pemeluknya yang hanya menerima saudara-saudara seagama (in group feeling) dan menafikan agama lain. Sebaliknya agama yang diajarkan secara inklusif, toleran dan non-sektarian akan membentuk sikap keberagamaan pemeluknya yang mau menempatkan secara seimbang pemeluk agama lain.
Pendidikan Islam secara fungsional merupakan upaya manusia dalam merekayasa pembentukan al insân al kâmil melalui penciptaan situasi interaksi pendidikan yang kondusif. Dalam posisinya yang demikian, pendidikan Islam merupakan modal individu dan sosial untuk menyiapkan dan menciptakan bentuk masyarakat ideal di masa mendatang. Untuk itu pendidikan Islam hendaknya harus memiliki seperangkat isi yang akan ditransformasikan kepada peserta didik agar kepribadianya sesuai dengan idealitas Islam.
Dengan kata lain, bahwa pelaksanaan pendidikan Islam juga harus disesuaikan dengan yang tercantum dalam undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab II pasal 3 :

“Bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Pendidikan Islam selama ini mengalami kemunduran dan tidak sesuai dengan tujuan awal membentuk al insân al kâmil harus dikembalikan seperti semula, yaitu pendidikan yang berintikan tauhid dengan tujuan membentuk manusia baik dan bertakwa kepada Allah dalam arti sebenarnya, membangun struktur pribadinya sesuai dengan syariah Islam serta melaksanakan segenap aktivitas kesehariannya sebagai wujud ketundukannya pada Tuhan. Pendidikan Islam (Islamic Education) yang berangkat dari dua sumber utamanya yaitu Al-Quran dan Hadits yang telah memberikan deskripsi yang ada dalam dunia pendidikan.
Al Qur’an dan sunnah Nabi adalah sumber dan dasar ajaran yang memberikan motivasi dan bimbingan bagi manusia dalam perilaku sosialnya. Pendidikan adalah upaya terprogram dari pendidik untuk membantu para anak didik berkembang pada tingkat normatif yang lebih baik. Bagi pendidikan Islam pelaksanaanya juga sesuai dengan norma-norma, yaitu ajaran-ajaran subtantif dari al-Qur’an dan sunnah Nabi. Kenyataannya masih seringkali dijumpai pembelajaran agama (khususnya agama Islam), dilakukan secara ekslusif, in-toleran dan cenderung sektarian, baik dalam lembaga pendidikan tradisional semacam madrasah dan pesantren ataupun bahkan di lembaga pendidikan modern seperti perguruan tinggi.
Para filosof pendidikan Islam sepakat bahwa pendidikan akhlak merupakan jiwa pendidikan Islam. Hal ini dapat ditarik relevansinya dengan tujuan Rasulullah diutus oleh Allah yang artinya: “Bahwasannya aku diutus Allah untuk menyempurnakan keluhuran akhlak (budi pekerti)”. (H.R. Ahmad)
Akhlak mempunyai relevansi dengan moral. Baik akhlak maupun moral sama-sama mengkaji perbuatan manusia baik atau buruk, akan tetapi masing-masing memiliki tolak ukur yang berbeda. Akhlak berdasarkan ajaran agama yakni Al-Quran dan Hadis. Moral tolok ukurnya adalah norma yang hidup dalam masyarakat.

Islam sebagai agama yang syarat dengan nilai-nilai universal dan transcendental dan sebagai agama fitrah diyakini pemeluknya sebagai paradigma idiologi dalam rangka membangun peradaban alternatif pendidikan sebagai wahana sangat strategis dalam membangun alternatif perlu diformulasikan dengan pendekatan idiologi sebagai pengikat dan penggerak untuk aksi.

Berdasarkan hal inilah, penulis merasa tertarik untuk mengedepankan masalah dengan harapan, berangkat dari titik tolak Kependidikan Islam ini nantinya akan dapat diketahui beberapa langkah prefentif maupun solusi yang dapat menjadi acuan alternatif bagi kita semua dalam menghadapi anak didik yang sedang mengalami perkembangan masa remaja.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana penanaman nilai-nilai Islam dalam proses belajar mengajar siswa kelas VIII MTS Subulul Ma’arif Krejengan Probolinggo tahun ajaran 2008-2009?
2. Bagaimana hasil dari penerapan nilai-nilai Islam dalam proses belajar mengajar siswa kelas VIII MTS Subulul Ma’arif Krejengan Probolinggo tahun ajaran 2008-2009?

C. Tujuan Penelitian dan Kegunaan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas penelitian ini bertujuan diantaranya:
1. Untuk mengetahui gambaran dari penanaman nilai-nilai Islam pada proses pembelajaran siswa kelas VIII MTS Subulul Ma’arif Krejengan Probolinggo tahun ajaran 2008-2009.
2. Untuk mengetahui hasil nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran siswa kelas VIII MTS Subulul Ma’arif Krejengan Probolinggo tahun ajaran 2008-2009.
Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah:
1. Diharapkan dapat memberikan masukan dalam usaha peningkatan kualitas pendidikan Islam dalam proses pembelajaran siswa kelas VIII MTS Subulul Ma’arif Krejengan Probolinggo tahun ajaran 2008-2009.
2. Diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai Islam pada proses pembelajaran siswa kelas VIII MTS Subulul Ma’arif Krejengan Probolinggo tahun ajaran 2008-2009.

D. Kajian Pustaka
Mengkaji tentang penerapan nilai-nilai Pendidikan Islam di MTs adalah bukanlah suatu upaya tanpa landasan dan bukti yang jelas terhadap urgensi dari penelitian ini. Sebab beberapa hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam bentuk laporan penelitian, buku maupun dalam media cetak lainnya yang menyatakan bahwa internalisasi nilai-nilai Pendidikan Islam pada mata pelajaran umum masih sangat sedikit. Diantaranya Neti Farida (2000), dalam skripsinya yang berjudul “Studi Pelaksanaan Pendidikan Terpadu di Madrasah Aliyah NU Banat Kudus”. Skripsi ini membahas konsep pendidikan terpadu (umum dan agama) dan pelaksanaannya dalam mencetak siswa yang berjiwa IPTEK dan IMTAQ. Adapun pelaksanaannya mengkombinasikan keduanya (ilmu umum dan agama) yang kemudian dipadukan kesesuaiannya antara kajian ilmu umum dan teks-teks agama.
Didik Widayat (2003) dalam skripsinya yang berjudul “Konsep Islamisasi Ilmu Pengetahuan Menurut Prof. DR. Ismail Raji Al-Faruqi dan Relevansinya Dengan Perkembangan Pemikiran Pendidikan Islam”. Skripsi ini menelaah sosok figur pencetus ide atau gagasan konsep Islamisasi ilmu pengetahuan yaitu Prof. DR. Ismail Raji Al-Faruqi, kemudian bagaimana konsep Islamisasi ilmu pengetahuan menurut beliau serta bagaimana relevansinya dengan perkembangan pemikiran pendidikan Islam (tinjauan pada kurikulum pendidikan Islam). Penelitian di atas berbeda dengan penelitian penulis yang berjudul “Penanaman Nilai-nilai Islam Pada Proses Pembelajaran Siswa Kelas VIII MTS Subulul Ma’arif Krejengan Probolinggo Tahun Ajaran 2007/2008, karena penulis memfokuskan pembahasan pada metode yang digunakan oleh guru dalam menginternalisasikan nilai-nilai Islam dalam setiap proses pembelajaran di sekolah. Skripsi ini tidak berpretensi untuk merinci sistem pendidikan Islam. Pendidikan Islam terlalu luas untuk dapat dituangkan dalam tulisan sesederhana ini.
Penelitian yang berjudul “Implementasi Nilai-nilai Islam dalam Dunia Pendidikan” oleh Ilham Jaya Abdurrauf, menjelaskan dasar falsafah pendidikan Islam beserta metodenya. Dua segi yang dianggap paling mendasar dalam pendidikan. Bila yang pertama merupakan landasan nilai, maka yang kedua adalah implementasi nilai-nilai tersebut. Berbeda dengan penelitian ini yang akan di tampilkan dalam skripsi ini yaitu penulis akan memaparkan hasil design penanaman nilai-nilai islam pada proses pembelajaran yang sebenarnya merupakan tujuan didirikannya MTs (dua materi yang berbeda, agama dan umum)

E. Metode Penelitian

Berpikir ilmiah ialah landasan atau kerangka berpikir penelitian ilmiah, dengan kata lain, penelitian ialah operasionalisasi dari berpikir ilmiah. Agar penulis pada penelitiannya mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai dengan tujuan penelitian, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research ) dan penelitian lapangan (wawancara). Pada penelitian pustaka dilakukan dengan cara menuliskan, mengedit, mengklarifikasikan, mereduksi dan menyajikan data yang diperoleh dari berbagai sumber yang tertulis. Sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan metode wawancara kepada civitas sekolah yang diteliti. Di sini akan akan ditampilkan transkrip wawancara yang menjadi bahan rujukan penulisan.

1. Jenis dan Pendekatan Penelitian
a. Jenis Penelitian
Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena secara sistematis dan rasional. Penelitian deskriptif ini memerlukan dua kualifikasi yang memadai yaitu peneliti mempunyai sifat reseptif (selalu mencari bukan menguji) dan memiliki kekuatan integratif (dapat memadukan informasi dari responden menjadi satu kesatuan penafsiran).
b. Jenis Pendekatan
Pendekatan ysng digunakan ialah pendekatan fenomenologis yang hendak mendudukkan tinggi pada kemampuan manusia untuk berfikir reflektif dan lebih jauh lagi untuk menggunakan logika reflektif, disamping menggunakan logika induktif dan logika deduktif. Pendekatan ini juga menggangkat makna etika berteori dan berkonsep. Objek ilmunya tidak terbatas pada empirik saja melainkan mencakup fenomena yang tidak lain sebagai persepsi, pemikiran, kemampuan dan keyakinan subjek tentang sesuatu diluar subjek, ada yang transenden.

2. Sumber dan Jenis Data
Sumber data ialah subjek dari mana data dapat diperoleh. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua sumber, adalah sebagai berikut :
a. Data Primer
Data primer ialah data yang secara langsung (data pokok) yang berkenaan dengan penelitian ini. Data pokok yang dimaksud adalah data yang diperoleh dari semua komponen sekolah yang terkait dengan penelitian, yaitu pelibatan semua warga sekolah pada umumnya dan siswa kelas VIII pada khususnya.
b. Data Sekunder
Data sekunder ini ialah data pendukung baik berasal dari buku maupun informasi lainnya yang relevan dengan penulisan ini. Menurut Azwar bahwa sumber data sekunder ialah sumber data yang didapat secara tidak langsung, biasanya berupa data dokumentasi dan arsip-arsip sekolah yang akan diteliti maupun buku-buku yang ditulis orang lain yang berkaitan dengan judul penulis teliti.

3. Teknik Pengumpulan Data
Kajian diatas, penulis menggunakan beberapa metode yang relevan untuk mendukung pengumpulan dan penganalisaan data yang dibutuhkan pada penulisan skripsi ini. Adapun metode yang penulis gunakan ialah sebagai berikut :
a. Metode Wawancara
Wawancara ialah komunikasi antara dua orang, melibatkan seseorang untuk mendapatkan informasi atau data dari seorang lainnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dengan tujuan tertentu. Data yang dimaksudkan ialah tentang masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan nilai-nilai Islam dam kegiatan belajar mengajar di sekolah sebagai objek penelitian. Data diperoleh dengan cara tanya jawab langsung secara lisan dengan sumber data/informasi. Sehingga penulis menggunakan teknik wawancara tak tersruktur, yaitu pedoman wawancara yang memuat garis-garis besar yang akan ditanyakan.

b. Metode Observasi
Observasi ialah pengamatan secara langsung, dengan serangkaian cara, yaitu pemilihan, pengubahan, pencatatan dan pengkodean. Pemilihan; peneliti memilih objek yang akan di observasi. Pengubahan; peneliti dapat mengganti suasana tanpa mengubah kewajarannya. Pencatatan; peneliti merekam kejadian dengan menggunakan catatan lapangan atau dengan metode lain, pengkodean; menyederhanakan catatan-catatan dengan melalui metode reduksi data yang diperoleh dari pengamatan tersebut. Peneliti menggunakan metode ini untuk mengetahui situasi umum sekolah yang akan diteliti.
c. Data Dokumentasi
Dokumentasi merupakan metode untuk mencari data mengenai hal-hal atau variable yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda, dan lain-lain, yang berhubungan dengan masalah penelitian.
d. Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analyisis) yang bertujuan untuk mendapatkan inti dari data dan informasi kemudian di analisis dengan model berpikir deduktif, yakni berangkat dari teori umum untuk menemukan kesimpulan yang bersifat aplikatif.

F. Sistematika Penulisan Skripsi
Untuk memudahkan pemahaman dalam penulisan skripsi ini, penulis membuat sistematika pembahasan yang terdiri dari Empat Bab yaitu:
BAB I : Pendahuluan
Terdiri dari: Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan dan Kegunaan Penelitian, Telaah Pustaka, Metode Penelitian, dan Sistematika Pembahasan.
BAB II : Landasan Teori.
Bab ini akan dijelaskan secara teoritis tentang nilai-nilai islam yang seharusnya digunakan sebagai pijakan pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar disekolah.
BAB III : Pendidikan nilai-nilai Islam di Madrasah.
Bab ini akan memotret gambaran nilai-nilai Islam yang diajarkan di Madrasah Tsanawiyah.
BAB IV : Analisis data tentang Penanaman Nilai-nilai Islam dalam Proses Kegiatan Belajar Mengajar
Bab ini penulis juga akan memotret penanaman nilai-nilai Islam dalam proses belajar mengajar di sekolah. Bab ini menitik beratkan analisis data yang nantinya bisa mengetahui seberapa penting nilai-nilai Islam pada kegiatan belajar mengajar di MTs Muhammadiyah Kunduran.
BAB V : Penutup
Penutup dari keseluruhan pembahasan penelitian. Lebih lanjut lagi pada bab ini akan dikemukakan tentang simpulan dan saran-saran. Setelah penutup penulis juga menyajikan daftar pustaka sebagai referensi skripsi serta lampiran-lampiran untuk memperjelas proses penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

A.Azizy, Ahmad Qodri. Islam dan permasalah Sosial : Mencari Jalan Keluar. (LKIS Yogyakarta.2000)

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta Renika Cipta, 2002)

As, Asmaran, Pengantar Studi Akhlak, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002)

Azwar, Saifuddin, Metode Penelitian, (Yogyakarta; Pustaka Pelajar, 1998)

Badgan, Robert dan Steven J Taylor, Kualitatif Dasar-Dasar Penelitian (Surabaya: Usaha Nasional, 1993)

Fakultas Tarbiyah IAIN Wali Songo Semarang, PBM/PAI di sekolah (Aksistensi dan proses belajar mengajar Pendididikan Agama Islam), (Jogjakarta: Pustaka Pelajar, 1998)

Mulyana, Deddy, Metodologi Penelitian Kualitatif Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya, (Bandung; Remaja Rosdakarya, 2003)

Moleong, Lexy J., Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung; PT Remaja Rosdakarya, 2004)

Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2002)

Rahmat, Jalaluddin, Metode Penelitian Komunikasi dilengkapi Contoh Analisis Statistik, (Bandung; PT Remaja Rosdakarya, 2000)

Rakhmawati, Dewi, Islam dan Kreativitas Guru dalam Metode Pembelajaran (Bab II. Malang: Masjidil ‘Ilm Bani Hasyim, 2007).

Sochip, Muhammad, ”Idiologi Pendidikan Islam (Studi Tentang Pemikiran Prof .Dr. H Achmadi)”, Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, 2005

Sudjana, Nana, Tuntunan Karya Ilmiyah Makalah-Skripsi-Tesis-Disertasi, (Bandung; Sinar Baru Algensindo, 2005)
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta Renika Cipta, 2002)
Ul-Haq, Fajar Riza, “Tafsir Multikultural: “Jihad Melawan Kejumudan Teks”, dalam www.islamlib.com, diakses tanggal 10 Pebruari 2007

Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang “ Sistem Pendidikan Nasional dan Penjelasannya “, (Yogyakarta: Media Wacana Press), 2003

Tanpa Nama, Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 Tahun 2003 , tentang “Guru dan Dosen”, (Citra Umbara, Bandung, 2006).

http://www.fathurin-zen.com, Visi dan Misi Pendidikan Nasional / Diakses tgl 21 Januari 2009
http://femaleofhati.blogspot.com, Pendidikan Islam Modern, Ahmad Murtajib / diakses 21 februari 2009
http://aace.ncat.edu, Teori Taxonomi Blom, Acha / diakses pada tanggal 27 Februari 2009
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi/tarbiyah/internalisasi-nilai-nilai-pendidikan-agama-islam-pada-pelajaran-biologi-di-sm/ diakses pada tgl 01 Mei 2009
http://www.wahdah.or.id, Internalisasi nilai-nilai islam dalam dunia pendidikan, Ilham Jaya Abdurrauf, diakses pada tgl 01 Mei 2009

SILABUS

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Satuan Pendidikan : SMK YPKK Sleman
Kelas/ semester : X/ 1
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit

No. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Materi Kegiatan Pembelajaran Metode Pembelajaran Penilaian
Sumber Belajar Alokasi waktu
2. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang keikhlasan dalam beribadah 2.1 Membaca QS Al-An’am 162-163 dan QS Al-Bayyinah 5 1.Membaca QS Al An’am 162-163 dan QS Al-Bayyinah 5
2.Menerjemahkan QS Al-An’am 162-163 dan QS Al-Bayyinah 5
3.Menyebutkan isi kandungan QS Al-An’am 162-163 dan QS Al-Bayyinah 5
4. menampilkan perilaku ikhlas dalam beribadah seperti yang terkandung dalam QS al-An’am: 162-163 dan QS al-Bayyinah: 5 QS Al-An’am 162-163 dan QS Al-Bayyinah: 5 tentang ikhlas dalam beribadah
1. Membaca QS Al An’am 162-163 dan QS Al Bayyinah
2. Menerjemahkan QS Al-An’am 162-163 dan QS Al-Bayyinah 5
3. Memberikan contoh tentang keikhlasan dalam beragama Ceramah, Tanya jawab, Diskusi, Demonstrasi. Tes tulis dan tes lisan Buku Panduan PAI, Terjemah Al-Qur’an,. Papan tulis. 2x 45 menit
2.2 Menyebutkan arti QS. Al-An’am 162-163 dan QS Al-Bayyinah 5 1. Mengartikan QS Al An’am 162-163 dan QS Al-Bayyinah 5 tiap kalimat
Arti QS Al An’am 163-164 dan QS Al-Bayyinah 5 Siswa menulis QS Al An’am 162-163 dan QS Al-Bayyinah beserta artinya Ceramah, Tanya jawab Tes tulis Buku Panduan PAI, Papan tulis. 2x 45 menit
2.3 Menampilkan perilaku ikhlas dalam beribadah seperti terkandung dalam QS Al-An’am 162-163 dan QS Al-Bayyinah 5 1. Menyebutkan arti ikhlas dalam beribadah
2. Menyebutkan contoh orang-orang yang ikhlas dalam beribadah 1. Pengertian ikhlas dalam beribadah
2. Contoh orang-orang yang ikhlas beribadah 1. Menjelaskan pengertian ikhlas dalam beribadah
2. Menyebutkan contoh orang-orang yang ikhlas dalam beribadah Ceramah,Diskusi,Tanya jawab Tes tulis Buku Panduan PAI., Papan tulis. 1x 45 menit

Yogyakarta, 29 Juli 2008
Kepala SMK YPKK I Sleman Guru PAI

Drs. H. Djoko Purwanto Dra. Siti Aminah, M. A
NIP: 080007001 NIP: 150268056

SILABUS

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Satuan Pendidikan : SMK YPKK 1 Sleman
Kelas / Semester : XI / 1
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit

No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Materi Kegiatan Pembelajaran Metode Pembelajaran Penilaian
Sumber Belajar Alokasi waktu

1.
Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang perintah menyantuni kaum dhuafa
2.1 Membaca QS Al-Isra’ : 26-27 dan QS al-baqarah : 177

1. Membaca QS Al-Isra’ : 26-27 dan QS al-baqarah : 177
2. Menjelaskan arti Q.S al-Isra’ : 26-27 dan Q.S al-baqarah : 177

QS Al-Isra’ : 26-27 dan QS al-baqarah : 177 tentang perintah menyantuni kaum dhuafa
4. Membaca QS Al-Isra’ : 26-27 dan QS al-baqarah : 177
5. Menerjemahkan dan menunjukan lafad hukum bacaan yang terdapat pada QS Al-Isra’ : 26-27 dan QS al-baqarah : 177
6. Menjelaskan arti Q.S al-Isra’ : 26-27 dan Q.S al-baqarah : 177
Membaca, ceramah, True or False, Tanya Jawab, dan Penugasan

Tes tulis dan tes lisan
Buku pelajaran materi PAI untuk SMK kelas XI, kertas memo, papan tulis, kapur tulis, dan penghapus. 2 x 45 menit

2.2 Menjelaskan arti Q.S al-Isra’ : 26-27 dan Q.S al-baqarah : 177
Mengartikan Q.S al-Isra’ : 26-27 dan Q.S al-baqarah : 177 per-kelompok kata

Arti Q.S al-Isra’ : 26-27 dan Q.S al-baqarah : 177
Siswa menulis Q.S al-Isra’ : 26-27 dan Q.S al-baqarah : 177 beserta artinya per-kelompok kata

Ceramah, Tanya jawab, Diskusi, penugasan
Tes tulis
Buku Panduan PAI, Papan tulis, 2 x 45 menit

2.3 Menampilkan perilaku menyantuni kaum dhuafa seperti terkandung dalam Q.S al-Isra’ : 26-27 dan Q.S al-baqarah : 177
1. Menyebutkan arti perintah menyantuni kaum dhuafa
2. Menyebutkan orang-orang yang harus disantuni
1. Pengertian menyantuni kaum dhuafa
2. menyebutkan orang-orang yang harus disantuni
1. Menjelaskan pengertian menyantuni kaum dhuafa
2. menyebutkan orang-orang yang harus disantuni
Ceramah,Diskusi, Tanya jawab
Tes tulis dan Tes Lisan
Buku Panduan PAI., Papan tulis. 1x 45 menit

Yogyakarta, 06 Agustus 2008
Kepala SMK YPKK I Sleman Guru PAI

Drs. H. Djoko Purwanto Dra. Siti Aminah, M. A
NIP: 080007001 NIP: 150268056

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam (PAI)
Satuan Pendidikan : SMK YPKK 1 Sleman
Kelas / Semester : XI /1
Pertemuan ke : 3 (tiga)
Waktu : 1 x 45 menit

I. Standar Kompetensi
14. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang perintah menyantuni kaum dhuafa

II. Kompetensi Dasar
14.1 Membaca QS.Al-Isra’ : 26-27 dan QS. Al-Baqarah : 177
14.2 Menjelaskan Arti QS.Al-Isra’ : 26-27 dan QS. Al-Baqarah : 177
14.3 Menampilkan perilaku menyantuni kaum dhuafa seperti terkandung dalam QS.Al-Isra’ : 26-27 dan QS. Al-Baqarah : 177

III. Indikator
a. Siswa dapat mengerjakan soal dengan baik dan benar.

IV. Materi Pokok :
QS. Al-Isra’: 26-27
         •  •          
Artinya :
”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya,kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan:dan janganlah kamu menghamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS .Al-Isra’ : 26-27)

Identifikasi Tajwid QS. Al-Isra’ : 26-27

Tulisan Bacaan Hukum keterangan
   Wa’aati zal qurba Alif lam qamariah Dibaca jelas lam sukunnya
  Wal miskiina Alif lam qamariah Dibaca jelas lam sukunnya
  Wabnas sabiili
Mad Tabi’i Cara membacanya dipanjangkan satu alif
• Tabziiran
Qalqalah sugra Cara membacanya jelas dn memantul
•  •  Innal mubazziriina Mad Tabi’i Cara membacanya dipanjangkan satu alif

Kafuuraa
Mad Iwad membacanya dipanjangkan Satu alif

Isi Kandungan
Dalam ayat diatas dapat dipahami bahwa Islam bukan saja menginginkan kesalehan individu,namun juga mewajibkan kesalehan sosial bagi semua pemeluknya.Umat yang berharta diperintahkan untuk memberikan sebagian hartanya kepada keluarga-keluarga terdekat ,kepada orang miskin ,dan kepada orang yang dalam perjalanan . Allah juga melarang kita bersifat boros dalam membelanjakn harta.karena pemboros merupakan saudara setan yang ingkar terhadap Tuhannya.

QS Al-baqarah : 177
                  •                 •           •         
Artinya :
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.

Arti Mufradat
     Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah
  hari Kemudian, malaikat-malaikat
 kitab-kitab, nabi-nabi •
   dan memberikan harta yang dicintainya 
  kepada kerabatnya anak-anak yatim, 
  orang-orang miskin musafir (yang memerlukan pertolongan) 
   dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan)-
hamba sahaya
   mendirikan shalat, dan menunaikan zakat •
    dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji

   dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan
 • penderitaan dan dalam peperangan
   mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); 
   dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa. 

Identifikasi tajwid Q.S Al-Baqarah : 177

Tulisan Hukum Bacaan Cara Membaca
أن تولوا Ikhfa’ An Tuwalluu
من أمن Idzhar Man Aamana
ذوي القربى Alif lam qamariyah Dzawil qurba
والمسكين Alif lam qamariyah Wal miskiina
وابن السبيل Mad tabi’i wabnassabiili
والساءلين Mad wajib muttashil wassaailiina
وفي الرقاب Alif lam syamsiyyah wafirriqaab

V. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Kegiatan awal
a. Salam pembuka dilanjutkan dengan doa
b. Menanyakan kabar siswa, memberikan motivasi dan lain-lain
2. Kegiatan initi
a. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan buku dan modul di meja yang paling depan
b. Guru membagikan soal kepada para siswa
c. Guru menjelaskan cara pengisian soal
d. Setelah siswa selesai mengerjakan soal, guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar jawaban
3. Kegiatan akhir
a. Memberi penjelasan tentang jawaban soal-soal yang telah dikerjakan
b. Berdoa bersama dilanjutkan dengan salam penutup

VI . Sumber / Alat
1. Sumber :
a. Buku pelajaran materi PAI untuk SMK kelas XII
2. Alat :
a. Lembar soal
b. Papan tulis, kapur tulis, dan penghapus.

Yogyakarta, 20 Agustus 2008
Mengetahui;
Guru PAI Mahasiswa Praktikan

(Dra. Siti Aminah M. A) (Abdul Ghani)
NIP : 150268056 NIM : 05410135

——————————————————————————————————-
Nama :
Kelas :
Mata Pelajaran :
Tgl/bln/thn :
——————————————————————————————————-

Berilah tanda silang (X) pada salah satu jawaban yang menurut anda benar pada soal-soal di bawah ini !

SELAMAT MENGERJAKAN, SEMOGA SUKSES

1. Dalam surat al-isra’ : 26-27 dan Al-Baqarah : 177 membahas tentang…..
a. menyayangi kedua orangtua c. memelihara lingkungan
b. menyantuni kaum dhuafa d. ikhlas beribadah

2. Yang termasuk dalam golongan kaum dhuafa diantaranya adalah….
a. fakir miskin c. orang kaya
b. orang boros d. buruh pabrik

3. Alif lam yang tedapat dalam kalimat adalah….
a. alif lam syamsiyah c. alif lam qamariyah
b. mad tabi’i d. mad wajib muttasil

4. “Dan berikanlah kepada keluarga terdekat haknya” adalah arti dari kalimat…
a.   • c. 
b.  d.   
5. Pernyataan-pernyataan di bawah ini benar, kecuali….
a. janganlah membelanjakan harta secara berlebihan
b. kita harus menyantuni orang miskin
c. orang boros adalah saudara setan
d. kita harus membenci kuam dhuafa

6.   Arti dari potongan ayat tersebut adalah….
a. saudaranya setan c. orang-orang pemboros
b. orang yang sedang dalam perjalanan d. ingkar kepada tuhan

7.  yang digaris bawah pada kalimat disamping adalah bacaan….
a. mad jaiz munfasil c. mad iwad
b. mad tabi’i d. ikhfa’
8. Panjang bacaan mad tabi’i adalah….
a. 1 alif / 2 harakat c. 1 1/2 alif / 3 harakat
b. 2 alif / 4 harakat d. 2 1/2 alif / 5 harakat

9. Larangan menghambur-hamburkan harta terdapat dalam surat…
a. al-baqarah : 12 c. ali-imran : 35
b. al-fatihah : 3 d. al-isra’ : 26

10. Di bawah ini adalah orang-orang yang berhak menerima zakat, kecuali…
a. anak yatim c. fakir miskin
b. orang-orang jompo d. orang kaya

11. Yang dimaksud dengan kebaikan atau kebajikan pada surat al-baqarah : 177 adalah sebagai berikut kecuali…
a. beriman kepada allah c. beriman kepada malaikat-malaikat
b. beriman kepada nibi-nabi d. menunaikan ibadah haji

12. Arti dari potongan ayat berikut adalah… 
a. kebaikan / kebajikan c. siapa yang beriman
b. mengamankan diri d. berbuat kebajikan
13.  yang digaris bawah pada kalimat di samping adalah bacaan…
a. idzhar c. ikhfa’
b. idgham d. iqlab

14. Cara membaca ikhfa’ adalah…
a. dengung c. jelas
b. samar-samar d. diganti suara mim

15.“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros”.
Kalimat di atas adalah tarjamah dari….
a. QS. Al-isra’ : 27 c. QS. Al-Baqarah : 177
b. QS. Al-Isra’ : 26 d. QS. Ar-Rum : 41

16. Dalam surat al-baqarah : 177, golongan yang haknya harus didahulukan dalam pembagian infak adalah…
a. muallaf c. kerabat dekat
b. anak yatim d. orang miskin

17. Menyantuni kaum dhuafa hukumnya…
a. sunnah c. makruh
b. mubah d. wajib

18. Sempurnakan tarjamah ayat di bawah ini :
“sesungguhnya……..adalah saudara-saudara setan.”
a. berbuat kebaikan c. pemboros-pemboros
b. fakir miskin d. pengemis

19.  arti kalimat di samping adalah…
a. orang yang memita-minta c. musafir
b. memerdekakan budak d. orang yang sabar

20. Apa yang akan anda lakukan ketika menemui seorang musafir yang kelaparan, sedangka uang anda hanya cukup untuk jajan di sekolah….
a. memberikan semua uang yang anda bawa
b. memberikan sebagian uang anda
c. menyuruhnya untuk pergi
d. memaki orang tersebut

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

I. Identitas Mata Pelajaran
1. Satuan Pendidikan : SMK YPKK 1 Sleman
2. Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam (PAI)
3. Kelas / Semester : XII / 1
4. Pertemuan ke : 3 (tiga)
5. Waktu : 1 x 30 menit

II. Standar Kompetensi :
28. Meningkatkan keimanan kepada hari akhir

III. Kompetensi Dasar :
28.1 Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap hari akhir
28.2 Menerapkan hikmah beriman kepada hari akhir

IV. Indikator :
2. Siswa dapat mengerjakan sola-soal dengan baik

IV. Materi Pokok :

PENGERTIAN DAN FUNGSI IMAN KEPADA RASUL ALLAH
Beriman kepada hari akhir atau hari kiamat adalah mempercayai dengan sepenuh hati dan keyakinan yang kuat akan terjadinya hari kiamat di akhir zaman nanti, termasuk juga mempercayai beberapa tanda menjelang hari kiamat atau sesudah hari kiamat, seperti mahsyar, mizan, shirat, surga maupun neraka. Orang mukmin adalah orang yang beriman akan rukun- rukun yang 5 yang salah satunya adalah percaya pada hari kiamat.
Ada beberapa istilah yang dipergunakan untuk menyebut hari akhir, diantaranya adalah: Al-Haqqah [sesuatu yang pasti terjadi], Al-Qiyamah [hari kiamat], Al-Ghasyiyah [hari pembalasan], At-Tammah [hari malapetaka], dan masih banyak lagi.
Allah SWT berfirman dalam al-Quran surat al-Hajj ayat 7:
•            
Artinya: Dan Sesungguhnya hari kiamat itu Pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.

Allah SWT juga berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 4:
            
Artinya: Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang Telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang Telah diturunkan sebelummu[17], serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

Yakin ialah kepercayaan yang Kuat dengan tidak dicampuri keraguan sedikitpun. akhirat lawan dunia. kehidupan akhirat ialah kehidupan sesudah dunia berakhir. yakin akan adanya kehidupan akhirat ialah benar-benar percaya akan adanya kehidupan sesudah dunia berakhir.

Kiamat terbagi dalam dua bagian: 1) kiamat sughra atau kiamat kecil, 2) kiamat kubra atau kiamat besar. Kiamat sughra adalah peristiwa rusaknya kondisi alam yang menjadi awal dari kiamat kubra yang diawali tiupan sangkakala oleh malaikat Israfil as.
Tanda-tanda hari kiamat sughra [kiamat kecil]:
1. Seorang budak perempuan melahirkan anak yang kemudian menjadi tuannya.
2. Orang miskin berlomba-lomba dalam kemegahan
3. Banyak amanat yang disia-siakan oleh orang yang mengembannya
4. Lenyapnya ilmu pengetahuan dengan meninggalnya para ulama
5. Banyak terjadi fitnah dan pembunuhan
6. Sulitnya mencari orang yang mau menerima zakat
7. Tempat dan waktu terasa sangat berdekatan

Tanda-tanda kiamat kubra [kiamat besar]:
2. Matahari terbit dari arah barat
3. Keluarnya dabbah [binatang raksasa]
4. Keluarnya dajjal
5. Keluarnya ya’juj dan ma’juj
6. Keluarnya Imam Mahdi
7. Turunnya Nabi Isa As.

Beberapa hal yang berkaitan dengan hari akhir
1. Barzakh.
Barzakh adalah alam dimana orang mati yang telah dikuburkan dibangkitkan kembali setelah hari kiamat.
Allah SWT berfirman dalam al-Quran surat al-Mu’minun ayat 100:
                   
Artinya: Agar Aku berbuat amal yang saleh terhadap yang Telah Aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.

Maksudnya: mereka sekarang Telah menghadapi suatu kehidupan baru, yaitu kehidupan dalam kubur, yang membatasi antara dunia dan akhirat.

2. Ba’ats
Ba’ats adalah hari dimana semua makhluk hidup akan dibangkitkan kembali dari kubur setelah diawali tiupan sangkakala yang kedua oleh malaikat Israfil as. Allah SWT berfirman dalam surat az-Zumar ayat 68:
                       
Artinya: Dan ditiuplah sangkakala, Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi Maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).

Allah juga berfirman dalam surat Yasin ayat 78-79
                 •       
Artinya: Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang Telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. dan dia Maha mengetahui tentang segala makhluk.

3. Mahsyar
Padang mahsyar adalah tempat dikumpulkannya semua makhluk hidup bertelanjang kaki tanpa sehelai benangpun melekat di badannya. Mereka sudah tidak lagi sibuk mengurusi orang lain, mereka hanya sibuk mengurusi diri mereka sendiri. Hanya amal perbuatan baiklah yang mereka punya. Allah SWT berfirman dalam surat ‘Abasa ayat 34-37:

4. Hisab
setelah seluruh makhluk dikumpulkan di padang mahsyar, mereka akan diadili dengan seadil-adilnya oleh Allah SWT. Di sinilah semua amal perbuatan manusia di dunia dihitung (hisab). Pada hari itu, semua anggota tubuh manusia akan menjadi saksi dan tak seorangpun dapat berbohong. Allah SWT berfirman dalam surat Yasin ayat 65:
           
Artinya: Pada hari Ini kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

Semua amal perbuatan manusia akan ditimbang dengan mizan, mizan adalah neraca yang digunakan untuk menimbang amal perbuatan manusia selama di dunia

5. Sirat
Sirat adalah jalan yang terbentang diantara neraka jahannam. Jalan inilah yang akan menjadi jembatan manusia untuk menuju surga. Rasulullah SAW telah memberi gambaran kepada kita bahwasanya sirat laksana sebuah duri yang sangat tajam seumpama duri tanaman Sa’dan. Orang yang melewatinya bisa saja selamat, bisa diselamatkan, bahkan ada yang terjatuh ke neraka jahannam.

6. Surga
Surga adalah tempat dimana semua amal saleh manusia akan dibalas. Allah menggambarkan suasana surga dalam surat al-Waqi’ah ayat 15-24 yang artinya:
“mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata, mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan sloki berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir. Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk. Dan buah-buahan apapun yang mereka pilih, dan daging burung apapun yang mereka inginkan. Dan ada bidadari-bidadari bermata indah laksana miutiara yang tersimpan baik sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan”
Namun demikian, surga yang sebenarnya lebih dari gambaran tersebut sebab gambaran di atas hanyalah gambaran dalam bahasa.

7. Neraka
Neraka adalah tempat yang telah disediakan Allah SWT bagi manusia yang tidak beriman kepada Allah, orang kafir, munafik, dan musyrik. Sementara orang mukmin yang berbuat dosa juga akan disiksa di neraka sebatas dosa-dosa yang telah mereka lakukan. Gambaran siksa neraka dapat diketahui dalam firman Allah surat al-Waqi’ah ayat 51-55:
“kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan pasti akan memakan pohon zaqqum, maka akan penuh perutmu dengannya. Setelah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta [yang sedang haus] minum”.

VII. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Kegiatan awal
a. Salam pembuka dilanjutkan dengan doa
b. Menanyakan kabar siswa, memberikan motivasi dan lain-lain
2. Kegiatan initi
a. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan buku dan modul di meja yang paling depan
b. Guru membagikan soal kepada para siswa
c. Guru menjelaskan cara pengisian soal
d. Setelah siswa selesai mengerjakan soal, guru meminta siswa untuk mengumpulkan lembar jawaban
4. Kegiatan akhir
c. Memberi penjelasan tentang jawaban soal-soal yang telah dikerjakan
d. Berdoa bersama dilanjutkan dengan salam penutup

VIII . Sumber / Alat
1. Sumber :
a. Buku pelajaran materi PAI untuk SMK kelas XII
2. Alat :
a. Lembar soal
b. Papan tulis, kapur tulis, dan penghapus.

Yogyakarta, 28 Agustus 2008
Mengetahui;
Guru PAI Mahasiswa Praktikan

Dra. Siti Aminah M. A Lukman Chakim Rullyawan
NIP : 150268056 NIM : 05410044

Nama :
Kelas :
Mata pelajaran :
Tgl/bulan/tahun :

Berilah tanda silang (X) pada salah satu jawaban yang menurut anda paling tepat pada soal-soal di bawah ini !

SELAMAT MENGERJAKAN

1. Hari dimana alam semesta beserta isinya akan hancur adalah …
a. Hari kiamat d. Hari Ba’ats
b. Hari Hisab e. Hari libur
c. Hari Mahsyar

3. Iman kepada hari akhir merupakan salah satu rukun iman yang ke…
a. 1 d. 4
b. 6 e. 5
c. 3

3. Malaikat yang meniup sangkakala sebagai tanda hari kiamat adalah …
a. Jibril d. Malik
b. Israfil e. Munkar
c. Ridwan

4. Al-Ghasyiyah adalah salah satu nama hari kiamat yang artinya …
a. hari kiamat d. hari kebangkitan
b. hari pembalasan e. semua jawaban salah
c. hari malapetaka

5. Ada berapakah macam-macam kiamat yang anda ketahui…
a. satu d. empat
b. dua e. lima
c. tiga

6. Di bawah ini adalah tanda-tanda kiamat Kubra, kecuali…
a. matahari terbit dari barat d. keluarnya Imam Mahdi
b. keluarnya dajjal e. banyaknya orang yang beribadah
c. turunnya Nabi Isa As.

7. Berikut ini beberapa hal yang menjadi bagian dari iman kepada hari akhir, kecuali..
a. Mizan d. Surga
b. Sirat e. Maqam
c. Hisab

8. Ba’ats adalah salah satu hal yang menjadi bagian dari iman kepada hari akhir yang artinya adalah…
a. hari kehancuran d. hari malapetaka
b. hari kebangkitan e. hari huru-hara
c. hari pembalasan

9. Manusia pada akhirnya akan dikumpulkan kembali untuk menunggu proses penghitungan amal di satu tempat yang bernama…
a. padang mahsyar d. neraka
b. alam kubur e. barzakh
c. surga

10 Peristiwa setelah tiupan sangkakala kedua oleh malaikat Israfil adalah….
a. Mahsyar d. Ba’ats
b Sirat e. Barzakh
c. Akhirat

11. Tempat pertama yang akan dikunjungi manusia setelah dia meninggal adalah …..
a. Mahsyar d. Hisab
b Sirat e. Barzakh
c. Surga

12. “dan sungguh hari kiamat pasti datang, tidak ada keraguan padanya”. Kalimat tersebut adalah terjemah dari surat…
a. Al-Hajj : 27 d. Az-Zumar : 68
b. Al-Baqarah : 4 e. Yasin : 78-79
c. Al-Mu’minun : 100

13. Manusia akan menerima buku rapor amalan mereka yang telah direkam selama mereka di dunia ketika proses….
a. hisab d. mahsyar
b. ba’ats e. barzakh
c. sirat

14. Benda yang terbentang di atas neraka yang akan menjadi jembatan yang harus dilewati oleh manusia adalah ….
a. hisab d. mahsyar
b. ba’ats e. barzakh
c. sirat

15. Neraca yang dipergunakan untuk menimbang amal perbuatan manusia disebut …
a. hisab d. mahsyar
b. mizan e. barzakh
c. sirat

16. Bagaimanakah keadaan manusia di padang mahsyar nanti…
a. memikirkan saudara d. memikirkan harta
b. memikirkan anak isteri e. semua jawaban benar
c. memikirkan diri sendiri

17. Nasib manusia setelah hari kiamat nanti tergantung dari ……
a. jabatannya d. pengaruhnya
b. amal perbuatannya e. nasibnya
c. hartanya

18. Pengertian Hisab adalah,…
a. penghitungan amal perbuatan manusia
b. pengumpulan manusia dihadapan Allah
c. kebangkitan manusia dari alam kubur
d. jalan yang membentang di atas jurang neraka
e. semua jawaban salah

19. Di bawah ini adalah beberapa hikmah beriman kepada hari akhir, kecuali:
a. Membuat seseorang berani menegakkan kebenaran.
b. Membuat manusia senantiasa menegakkan keadilan
c. Membuat kita menjadi pasrah dan psimis menjalani hidup
d. Menjadikan seorang muslim selalu optimis akan balasan yang baik
e. Semakin menambah kadar keimanan kepada Allah SWT

20. Allah SWT telah menggambarkan kenikmatan kehidupan di surga, sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an….
a. Q.S. Al-Waqi’ah: 51-55 d. Q.S. Yasin: 65
b. Q.S. Al-Waqi’ah: 15-24 e. Q.S. ‘Abasa: 34-37
c. Q.S. Al-Hadid: 12

« Entri lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.